K3 Tanjungpinang Minta Walikota Tak Terapkan Waktu Tutup Kedai Kopi

by -254 views
K3 Tanjungpinang usai rapat bersama
K3 Tanjungpinang usai rapat bersama

Tanjungpinang, (digitalnews) – Komunitas Kedai Kopi (K3) Tanjungpinang dalam rapatnya malam ini Rabu (07/04/2021) di salah satu kedai kopi meminta kepada Walikota Tanjungpinang Rahma S.IP untuk tidak menerapkan jam tutup kedai kopi pada Ramadhan 1442 Hijriah/2021 Masehi.

Pasalnya, di beberapa media online di Tanjungpinang Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang melalui walikota akan membatasi jam operasional tutup kedai kopi di bulan yang penuh rahmat tersebut pada pukul 21.30 Wib malam.

“Kami sudah sepakat tidak menyetujui wacana ibu walikota melakukan penutupan operasional kedai kopi pada waktu yang direncanakan,” kata Koordinator K3 Tanjungpinan Syahri Dharma Putra kepada sejumlah awak media.

Bahkan kata Dharma, pihaknya sudah sepakat akan membuat surat terbuka kepada Walikota Tanjungpinang yang isinya ada dua poin.

Poin pertama, pihaknya tidak menyetujui atas wacana Walikota melakukan penutupan kedai kopi pada pukul 21.30 Wib.

Kedua, selaku pelaku usaha meminta kepada walikota untuk melakukan vaksinasi kepada seluruh pegawai kedai kopi di Tanjungpinang agar pengunjung tidak khawatir untuk datang.

“Hal Ini juga untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 saat ini,” sebut Dharma.

“Intinya, kami siap menerapkan Protokol kesehatan (Prokes) di kedai kopi,” tambahnya menegaskan.

Ia menjelaskan, pada saat bulan puasa rata-rata kedai kopi di Tanjungpinang buka sekitar pukul 16.00 wib sore, sehingga kalau ditutup pukul 21.30 wib maka operasional kedai kopi hanya sekitar 5 jam.

Dan, kalau itu harus dipaksakan pelanggan akan datang setelah Sholat Tarawih.

Sebelumnya, pelaku usaha di Tanjungpinang sudah mengalami serangan yang hebat ketika Covid-19 pertama dan hampir semua kedai kopi di Tanjungpinang tutup.

Lanjut Dharma, kalau itu harus diterapkan juga maka pihaknya meminta pemerintah harus adil dalam arti semua pelaku kuliner termasuk rumah makan di Tanjungpinang harus tutup pukul 21.30 wib karena kedai kopi dan kuliner termasuk rumah makan sama, bedanya cuma namanya saja.

“Kami kooperatif sama kebijakan yang akan dibuat pemerintah. Namun, itu harus berlaku adil karena kami semua sama,” ungkapnya.

“Perlu diketahui, hingga saat ini belum ada klaster dari kedai kopi,” sambung Dharma.

Sebelumnya, walikota juga sudah mengundang pelaku usaha pada 6 April 2021 kemaren di rumah dinas walikota di Senggarang.

Pada pertemuan itu, walikota meminta seluruh pemilik kedai kopi dan cafe yang ada di Kota Tanjungpinang membuat spanduk 3×1 meter untuk menganjurkan Prokes pada pelanggan.

Kedua, meminta untuk membuat surat pernyataan yang sudah di format sama Pemko tentang Prokes dengan materai dua lembar.

Padahal, kata Dharma, pada saat pertemuan kemarin dengan tidak ada membahas masalah jam operasional tersebut.

“Makanya kami kaget, kemarin hanya membahas masalah Prokes dan sekarang kami baca dibatasi jam operasional,” sebutnya.

“Oleh karena itu, kami meminta kebijakan itu untuk ditinjau kembali,” pungkas Dharma. (*)

Penulis: Era

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *