Tanjungpinang, (digitalnews) – Ayam potong di Pasar Bintan Centre Tanjungpinang dan Pasar Kijang Kabupaten Bintan dikabarkan “Langka” atau tak seperti biasanya yang selalu tersedia di lapak pedagang.
Hal ini diketahui, sejak beberapa hari lalu, saat awak media ini lakukan investigasi dan menelusuri dua wilayah tersebut. Alhasil, sangat miris.
Salah satu pedagang di pasar Bincen, menyebutkan, saat ini ayam potong sulit didapat dan harga pun naik.
“Ayam putus bang. Kalau ada pun hanya beberapa ekor saja dan harganya sekitar Rp50-60 ribu perkilo,” katanya miris, kepada awak media ini, Senin (15/12/2025).
Pedagang lain pun mengatakan hal yang sama. “Dari semalam ayam kurang. Saya jual Rp50 ribu sekilonya,” ujarnya.
Sebelumnya, salah satu pedagang di Pasar Barek Motor, yang namanya enggan disebutkan, sangat kecewa kurangnya pasokan ayam saat ini.
“Biasanya saya dapat 50-100 ekor ayam putih hidup untuk dijual di pasar. Sejak kemarin putus, saya pun libur jual ayam potong,” sebutnya.
Mirisnya, lanjut pedagang itu, sejak dua hari yang lalu, dirinya menelusuri di beberapa lokasi kandang, namun tak mendapatkan hasil yang memuaskan.
“Saya menduga, mereka (pemilik kandang.red) jual ke batam dan ekspor ke luar, makanya stok ayam kosong di sana,” ungkapnya, sedih.
Sementara, dengan langkanya ayam potong di dua daerah itu, Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, prihatin dan akan memanggil pengusaha ayam potong untuk diminta klarifikasinya.
“Nanti kita panggil pengusahanya terkait langkanya ayam potong di Tanjungpinang. Apa penyebabnya? Hal ini tak boleh dibiarkan berlarut-larut, kasihan pedagang,” katanya, melalui sambungan telepon. (*)
Penulis: Era







