Diduga Ada Kongkalikong, Lahan Warga ini “Diserobot” Pengusaha di Tanjungpinang

by -356 views
Inilah lahan di Jalan Batu Naga yang diduga diserobot pengusaha di Tanjungpinang
Inilah lahan di Jalan Batu Naga yang diduga diserobot pengusaha di Tanjungpinang

Tanjungpinang, (digitalnews) – Miris, diduga ada kongkalikong. Pasalnya, lahan milik warga Kota Tanjungpinang seluas 2 hektare dengan tanda kepemilikan lahan Sporadik sebanyak 7 surat, diserobot atau dikuasai oleh pengusaha di kota itu.

Hal ini diketahui awak media ini melalui surat pernyataan yang dibuat oleh seorang pengacara inisial IK, pada Kamis (02/04/2026).

IK menyatakan bahwa dirinya sebagai pengurus lahan di Jalan Batu Naga RT 002/RW 003, Kelurahan Batu IX, Kecamatan Tanjungpinang Timur, berdasarkan surat-surat kuasa yang dikuasakan ke dia.

Sebanyak 7 surat Sporadik diterimanya dan diserahkan ke seorang pengusaha inisial FLG. Namun, anehnya surat itu tak pernah kembali dan diduga muncul surat baru di atas Sporadik itu.

Hal itu juga dibenarkan oleh ahli waris Almarhum Muhammad Syamsuri, Rian kepada awak media ini, Jumat (03/04/2026).

“Lahan almarhum bapak saya itu sekarang sudah diratakan atau diloder oleh FLG. Itu milik keluarga saya, kok malah diserobot. Saya tidak terima,” katanya, dengan tegas.

“Surat kepemilikan atau penguasaan lahan milik Surawan itu tahun 1982. Dihibahkan dia ke Alm Muhammad Syamsuri (Bapak.red), lalu ditingkatkan ke Sporadik pada tahun 2020,” sambung Rian.

Potongan surat pernyataan dari salah satu pengacara di Tanjungpinang, tertukis nomor surat Sporadik
Potongan surat pernyataan dari salah satu pengacara di Tanjungpinang, tertukis nomor surat Sporadik

Intinya, kata Rian, ia ingin surat itu kembali ke pemilik aslinya tanpa ada surat lain yang infonya dikeluarkan kembali oleh pihak kelurahan.

“Ada pernyataan dari lurah yang saat ini menjabat, bahwa surat sporadik sebanyak 7 surat itu tidak terigister di kantor Kelurahan Batu IX. Sementara, 2 pejabat sebelumnya, menyatakan surat kami terigister,” ungkapnya.

“Ada apa sama lurah itu,” tambah Rian dengan nada geram.

Sementara, saat awak media ini ke lokasi lahan untuk melakukan koordinasi dan konfirmasi, pekerja maupun pengusaha yang diduga menyerobot lahan itu tak berada di tempat, dihubungi pun enggan menjawab, sehingga berita ini diposting. (*)

Penulis: Era

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.