HIPKI Terbentuk, Ady Indra Pawennari Resmi Ketum

by -85 views
Perkumpulan HIPKI terbentuk di Jakarta
Perkumpulan HIPKI terbentuk di Jakarta

Jakarta, (digitalnews) – Sejumlah pelaku usaha tambang kuarsa Indonesia sepakat membentuk perkumpulan yakni Himpunan Penambang Kuarsa Indonesia (HIPKI).

Perkumpulan ini diharapkan mampu menjadi wadah komunikasi bagi pelaku usaha tambang kuarsa profesional yang responsif terhadap isu-isu perlindungan lingkungan.

Dengan penerapan prinsip-prinsip good mining practice dan sustainable development secara konsisten.

Selain membentuk perkumpulan, mereka juga sepakat menunjuk Rezki Syahrir sebagai Pengawas, Ady Indra Pawennari terpilih sebagai Ketua Umum, Syahrul Ramadhan sebagai Sekretaris Jenderal dan Probo Radityo sebagai Bendahara Umum.

“Perkumpulan ini kami bentuk sejak 1 Maret 2022 lalu. Dan, Alhamdulillah, hari ini pengesahannya sudah kami terima dari Kementerian Hukum dan HAM,” kata Pengawas HIPKI Rezki Syahrir, Rabu (16/3/2022) kepada media.

Keputusan tentang pengesahan pendirian perkumpulan HIPKI ditandatangani oleh Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum Cahyo Rahadian Muzhar atas nama Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia Nomor AHU-0002450.AH.01.07.Tahun 2022 tanggal 15 Maret 2022.

Rezki menjelaskan, penunjukan Ady Indra Pawennari sebagai Ketum HIPKI merupakan kesepakatan sejumlah pelaku usaha tambang kuarsa dari berbagai daerah di Indonesia.

Menurutnya, Ady adalah sosok yang ikut menggagas agar kuarsa yang bersumber dari pasir alam itu, dapat diekspor sehingga berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan devisa negara.

“Rekam jejaknya cukup bagus. Sewaktu menjadi Tenaga Ahli Bupati Lingga, Kepulauan Riau (Kepri) Bidang Investasi, beliau konsisten memperjuangkan agar pasir kuarsa bisa dikelola dengan baik untuk membuka lapangan pekerjaan,” terang Rezki.

“Ia juga menggerakkan perekonomian lokal untuk mendongkrak PAD dan itu bisa dibuktikan,” sambungnya.

Selain itu kata Rezki, Pasir kuarsa dari Kabupaten Lingga tersebut bahkan telah berhasil diekspor, artinya telah memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan oleh Pemerintah.

Lanjutnya, konsistensi Ady memperjuangkan penambangan dan pengolahan pasir kuarsa hingga bisa diekspor telah sangat membantu masyarakat dan Pemerintah Daerah Kabupaten Lingga dalam menghadapi krisis ekonomi saat pandemi.

“Ini terbukti, pada saat pandemi Covid-19 mewabah di Indonesia, Kabupaten Lingga satu-satunya daerah di Kepri yang surplus PAD karena keberhasilannya mengekspor pasir kuarsa ke China.

“Ini tak lepas dari peran Ady. Karena itu, teman-teman memberikan amanah itu kepadanya,” paparnya.

Apalagi, sambung Rezki, di dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor: 28 Tahun 2009 Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah sudah diatur dalam ketentuan umum bahwa pajak mineral bukan logam dan batuan menjadi kewenangan daerah dimana barang tambang tersebut diambil.

“Karena itu, kedepannya sektor ini akan sangat penting sebagai motor penggerak pemulihan ekonomi di daerah secara mandiri tanpa harus tergantung dari bantuan pusat terus-menerus,” sebutnya.

Sementara itu, Ketua Umum HIPKI Ady Indra Pawennari mengatakan, pasir kuarsa atau silika yang masuk dalam kategori mineral bukan logam jenis tertentu itu, merupakan salah satu komoditas tambang di Indonesia yang saat ini sangat diminati oleh sejumlah investor dari dalam dan luar negeri.

“Dalam satu tahun terakhir ini, investasi di bidang pertambangan pasir kuarsa berkembang secara luas seiring kebutuhan kuarsa sebagai bahan baku utama maupun bahan baku pendukung semakin tinggi,” jelasnya.

Kemudian, kata Ady, sebagai bahan baku utama, kuarsa banyak digunakan dalam industri kaca, semen, keramik, bahan baku fero silikon, silikon carbide dan bahan abrasif.

“Sedangkan untuk bahan baku pendukung digunakan sebagai solar sel dan pasir cor,” ungkapnya.

Diketahui, ndustri perminyakan dan pertambangan, serta bahan tahan api (refractory). Berdasarkan data Kementerian Keuangan tahun 2021, sumbangsih sektor pertambangan sampai 30 Desember 2021 sebesar 4,7% dari total realisasi penerimaan negara sebesar Rp1.082,86 Triliun. (*)

Penulis: Red/Rilis

Leave a Reply

Your email address will not be published.

No More Posts Available.

No more pages to load.