Manager Finance PT MEB “Bungkam” Terkait Hak PT EJS

by -175 views
Direktur PT Epa Jaya Sakti Bambang Febriadi
Direktur PT Epa Jaya Sakti Bambang Febriadi

Tanjungpinang, (digitalnews) – Manager Finance PT Meitech Eka Bintan (MEB) Ita “Bungkam” terkait permintaan hak atas penyuplaian Katering (Makanan) yang diberikan oleh pihak PT Epa Jaya Sakti yang sesuai dengan kesepakatan awal.

Pasalnya, saat awak media ini kembali menghubungi Ita lewat pesan WhatsApp, Senin (12/04/2021) pagi guna konfirmasi hal tersebut tidak mendapatkan jawaban walau pun nomor WA nya kelihatan aktif.

Untuk memenuhi unsur Kode Etik Jurnalistik (KEJ), awak media ini berusaha kembali menghubungi lewat telpon WhatsApp namun tidak diangkat.

Bahkan awak media ini menghubungi Manager Finance itu sebanyak 3 kali pun tak digubrisnya sehingga berita ini diposting.

Sebelumnya diberitakan, Miris, uang katering yang disuplai oleh PT Epa Jaya Sakti (EJS) ke PT Meithech Eka Bintan (MEB) pada bulan Januari 2021 yang seharusnya dibayarkan pada April 2021 taj kunjung dibayarkan.

Hal ini diungkap Direktur PT Epa Jaya Sakti Bambang Febriadi kepada sejumlah awak media, Ahad (11/04/2021) siang di salah satu kedai kopi di jalan Pemuda Tanjungpinang.

“Saya hanya minta hak saya yang seharusnya dibayarkan oleh mereka (Pihak PT MEB) tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan dari pihak mereka,” katanya.

“Yang herannya lagi, hak saya belum diberikan mereka malah mencari penyuplai katering lain,” tambah Bambang kesal.

Bambang menjelaskan, untuk bulan April, ketering yang dibayarkan oleh PT MEB untuk Januari 2021 wajib membayarkan haknya sebesar Rp90 juta.

“Saya sudah berupaya duduk dan menanyakan hal ini baik-baik namun tidak dapat jawaban yang saya harapkan. Bahkan saya sudah melakukan mogok suplai sejak 9 April 2021, tak juga digubris,” terangnya.

Hal ini kata Bambang, bukan hanya pihaknya yang diberlakukan seperti itu, ada 4 suplayer lainnya kurang lebih hampir Rp900 juta.

“Rp90 juta ini baru hak saya di bulan Januari saja, Februari dan Maret belum dihitung. Total ada lebih kurang Rp300 juta lagi tagihan yang harus dibayarkan PT MEB di bulan Mei dan Juni 2021,” paparnya.

Bambang berharap, keluhannya ini atau haknya dapat didengar oleg pihak pusat PT MEB dan segera ditindaklanjuti serta diberikan haknya sebagai suplayer sesuai kesepakatan awal kerjasama.

“Uang itu hasil jerih payah saya selama ini dan uang itu untuk saya putar lagi sebagai modal usaha katering yang saya geluti selama ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Manager Finance PT MEB Ita saat dikonfirmasi terkait hal tersebut lewat pesan WhatsApp oleh media ini belum ada tanda-tanda aktif dan dicoba dihubungi sampai 3 kali tak tersambung, sehingga berita ini diposting. (*)

Penulis: Era

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.