Tanjungpinang, (digitalnews) – Dato H. Huzrin Hood menerima kunjungan silaturahmi Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kepulauan Riau (Kepri) yang baru dilantik, Guntur Sahat Hamonangan, S.E., M.H, Jumat (17/04/2026), di Restoran Sei Nam, Teluk Keriting.
Pertemuan itu berlangsung hangat dan penuh keakraban. Selain sebagai pejabat baru di lingkungan Imigrasi, Guntur Sahat Hamonangan juga memiliki kedekatan personal dengan Dato Huzrin saat di Tanjung Balai Karimun. Keduanya dikenal sebagai tetangga dan saling mengenal sejak lama dalam lingkungan keluarga.
Dalam kesempatan tersebut, Dato Huzrin menyampaikan apresiasi atas perkembangan pelayanan Imigrasi di Kepri, yang dinilai terus menunjukkan perbaikan.
Beliau juga menyoroti pelayanan paspor yang kini semakin mudah diakses masyarakat, didukung inovasi digital seperti aplikasi M-Paspor, serta fasilitas pelayanan yang nyaman, petugas yang ramah, dan kepastian waktu serta biaya yang jelas.
“Perkembangan ini tentu patut diapresiasi. Harapannya, hal-hal baik yang sudah berjalan dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan,” kata Dato Huzrin, kepada awak media.
Dato Huzrin juga menyampaikan harapan, agar kualitas pelayanan di pintu masuk internasional, khususnya pelabuhan, dapat terus disempurnakan, terutama dalam aspek pendekatan pelayanan.
“Pelayanan di pelabuhan saat ini sudah semakin baik. Ke depan, mungkin bisa lebih diperkuat lagi pada aspek pelayanan yang mengedepankan prinsip melayani, dengan tetap menjaga ketegasan dan kedisiplinan,” ujarnya.
Menurut Dato Huzrin, sebagai wilayah perbatasan yang strategis dan berhadapan langsung dengan Singapura dan Malaysia, Kepri memiliki peran penting dalam membangun citra pelayanan Indonesia di mata dunia.
“Pelayanan Imigrasi menjadi kesan awal bagi wisatawan maupun pelaku usaha yang datang. Karena itu, kualitas pelayanan yang konsisten akan sangat berpengaruh terhadap kepercayaan dan kenyamanan bagi mereka,” ungkapnya.
Dato Huzrin juga berharap, kehadiran Kakanwil dan jajaran pimpinan Imigrasi yang baru, termasuk di tingkat kantor imigrasi (Kakanim.red), dapat semakin memperkuat kualitas pelayanan, khususnya di pintu-pintu masuk internasional.
“Semoga dengan kehadiran pimpinan yang baru, pelayanan di pelabuhan dapat semakin baik. Dengan begitu, citra Imigrasi di mata dunia, khususnya bagi masyarakat Singapura dan Malaysia dapat terus meningkat dan kembali memperkuat kepercayaan,” sebutnya.
Ia menambahkan bahwa peningkatan kualitas pelayanan tersebut tidak hanya berdampak pada aspek administratif, tetapi juga memiliki implikasi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kepercayaan itu penting. Ketika pelayanan semakin baik, maka akan berdampak pada meningkatnya minat investasi serta kunjungan pariwisata ke Kepri,” ucapnya, dengan tegas.
Diketahui, Kepri merupakan salah satu pintu gerbang utama wisatawan mancanegara di Indonesia, terutama dari Singapura dan Malaysia. Data sektor pariwisata menunjukkan bahwa sebagian besar kunjungan wisatawan ke wilayah ini berasal dari kedua negara tersebut, sehingga kualitas pelayanan di pintu masuk menjadi faktor krusial dalam menjaga daya tarik daerah.
Sementara, dalam perbincangan tersebut, juga disinggung rencana penguatan kerja sama sosial ekonomi Malaysia–Indonesia (Sosek Malindo) yang dijadwalkan akan kembali diintensifkan pada Juli mendatang.
Menurut Dato Huzrin, momentum ini dinilai penting dalam mendukung mobilitas orang dan aktivitas ekonomi lintas batas.
“Semoga ke depan pelayanan yang semakin baik dapat memberikan dampak positif, baik bagi masyarakat maupun bagi perkembangan investasi dan pariwisata di Kepulauan Riau,” pungkasnya. (*)
Penulis: Red






