Dapat Perkataan Tak “Enak”, Pekerja ini Malah Dipecat Sepihak dari PT EFRA

by -220 views
Foto ilustrasi
Foto ilustrasi

Tanjungpinang, (digitalnews) – Salah satu pekerja di PT EFRA yang bergabung sejak tahun 2012 silam mendapatkan perkataan tak “Enak” dari Bosnya inisial A.

Parahnya lagi, dengan sepihak bos PT EFRA memecatnya tanpa memberika pesangon selayaknya pekerja di suatu perusahaan besar.

“Bergabung di PT EFRA (Galangan Kapal) dengan surat lamaran tertangal 16-4-2012 hingga 3-5-2021 nonstop dengan jabatan fitter,” kata Sumber yang namanya enggan disebutkan kepada awak media ini, Ahad (09/05/2021).

“2015 – 2020 diangkat dengan jabatan baru sebagai Safety Control tetap dengan gaji sebagai fitter,” tambah Sumber.

Ia menjelaskan, selama bekerja kontrak yang ditanda tangani tidak di atas materai terlebih sistem kontrak yang asal asalan dan tidak pernah diberi salinan atau foto copy kontrak.

“Selama bekerja tidak memerima hak tunjangan, transportasi, kerajinan, kemahalan dan tunjangan jabatan. Non tunjangan tidak diberi waktu istirahat selama bekerja. Jadi kerja full time. Parahnya lagi tidak berikan hak cuti tahunan,” terangnya.

Lanjut Sumber, selama bekerja sejak tahun 2019 masalah kenaikan gaji mulai berhenti. Dan tidak pernah dinaikkan. Padahal pemerintah sudah memberikan surat edaran kenaikan UMK.

“Tapi hingga April 2021, gaji tidak ada kenaikan jg. setiap tahun ada pemotongan atau pengurangan THR, hingga THR 2021 masih tetap dipotong sejumlah Rp100.000. Dan, pengurangan THR keseluruh karyawan yang bekerja dengan alasan pemotongan diambil dari absen karyawan selama setahun,” ungkapnya.

“Hingga kami mengadu sekarang. Beberapa tahun belakang MC karyawan tidak dibayar,” sambungnya.

Selama ini, kata Sumber, situasi kerja yang tidak menjamin kesehatan dan keselamatan karena setiap hari karyawan harus bergumul dengan debu blasting. Kerja yang dipaksa berdampingan dengan kerja belasting dengan alasan mau cepat selesai.

“Tampa mengindahkan bahayanya debu bagi kesehatan. Setiap kontrak kerja itu untuk satu proyek tongkang tapi yang dikerjakan 3 sampai 4 tongkang dan beberapa takboad,” pungkasnya.

Sementara itu, Bos PT EFRA inisial A saat dikonfirmasi awak media ini melalui ponselnya terkait karyawan tersebut enggan berbicara banyak.

“Bicara saja nanti sama pengacara saya ya Pak Iwan Kusmawan. Masalah ini sudah saya serahkan sama pengacara saya,” ucapnya. (*)

Penulis: Era

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *