Lagi, Polda Kepri Selamatkan 6 Korban PMI Ilegal 1 Tersangka Diamankan

by -47 views
Inilah 6 orang korban yang berhasil diselamatkan anggota Dirkrimum Polda Kepri
Inilah 6 orang korban yang berhasil diselamatkan anggota Dirkrimum Polda Kepri

Batam, (digitalnews) – Lagi, Polda Kepulauan Riau (Kepri) kembali berhasil mengungkap kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang melibatkan calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal, Senin (01/04/2024).

Subdit 4 Ditreskrimum Polda Kepri melakukan tindakan tegas dengan mengamankan seorang tersangka yang diduga terlibat dalam jaringan penyelundupan PMI ke Malaysia.

Hal tersebut disampaikan oleh Kapolda Kepri, Irjen Pol Yan Fitri Halimansyah melalui Kasubdit 4 Ditreskrimum, AKBP Achmad Suherlan.

“Sebanyak 6 orang PMI yang akan dikirim ke Malaysia secara Ilegal berhasil kita selamatkan,” ujarnya.

Suherlan menjelaskan, kejadian dimulai pada Senin (21/03 2024), ketika anggota menerima informasi tentang rencana pemberangkatan sejumlah calon PMI ilegal melalui Pelabuhan Harbourbay.

“Dua orang perempuan yang diduga sebagai calon PMI non prosedural berhasil diamankan dalam sebuah operasi pada pukul 12.50 WIB, di pelabuhan tersebut,” terangnya.

Lalu, pengembangan kasus dilakukan dengan cermat. Tim berhasil mengamankan satu orang laki-laki yang diduga sebagai pengurus dan 6 orang perempuan sebagai calon PMI non prosedural di Komplek Tanjung Pantun Jodoh.

“Selanjutnya, diduga pelaku, korban dan barang bukti dibawa ke kantor guna proses penyelidikan lebih lanjut,” ungkapnya.

Sementara, pasal yang disangkakan kepada tersangka yakni, pasal 81 jo pasal 69 atau pasal 83 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.

“Sebagaimana diubah dalam Undang-Undang Republik Indonesia nomor 6 tahun 2023 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang-undang nomor 2 tahun 2022 tentang cipta kerja menjadi undang-undang, dengan ancaman paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp15 miliar,” kata Suherlan.

Lanjut Suherlan, sedangkankan barang bukti yang berhasil diamankan, termasuk buku paspor, tiket pesawat, tiket kapal laut, dan handphone.

“Keberhasilan pengungkapan kasus ini merupakan bukti nyata dari keseriusan Polda Kepri dalam memberantas praktik TPPO serta melindungi para calon PMI dari tindak kejahatan serupa di masa depan,” pungkasnya.

Terpisah, Kabidhumas Polda Kepri, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, menambahkan, mengimbau masyarakat yang ingin mengadukan atau melihat kejahatan serta memerlukan bantuan kepolisian dapat menghubungi Call Center polisi 110.

“Dapat juga mengunduh aplikasi Polri Super Apps di Googleplay/APP Store,” ucapnya. (*)

Penulis: Era

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.