Turun ke Pasar, Rahma Tak Bosan Kejar Revitalisasi Pasar Baru I dan II

by -112 views
Walikota Tanjungpinang Rahma S.IP saat turun ke Pasar Baru II
Walikota Tanjungpinang Rahma S.IP saat turun ke Pasar Baru II

Tanjungpinang, (digitalnews) – Turun langsung ke pasar yang berlokasi di jalan Gambir Kelurahan Tanjungpinang Kota, Walikota Tanjungpinang Rahma S.IP tak pernah surut dan bosan untuk mengejar revitalisasi Pasar Baru I dan II.

Ia turun ke pasar demi merealisasikan apa yang sudah menjadi impian masyarakat khusunya pedagang.

“Sejauh ini, apa yang menjadi kewajiban kami sebagai perpanjang tangan masyarakat khusus pedagang sudah diselesaikan,” katanya kepada awak media ini, Ahad, (21/03/2021).

“Bahkan termasuk anggaran relokasi pedagang, yang lebih kurang sebanyak 1000 orang,” tambah Rahma.

Rahma menjelaskan, khusus di Pasar Baru II yang akan pemerintah dahulukan, ada sekitar 600an pedagang.

Artinya, kata Rahma, pemko sudah siapkan penempatan secara berkala.

“Karena mengikuti pembangunannya, Desember sudah siap, kalau sudah siap tentu disegerakan,” terangnya.

Jadi lanjut Rahma, semua itu sudah disiapkan. Kenapa Pasar Baru II yang dikejar? Karena, kondisi pasar itu sudah layak untuk direvitalisasi, dan sejalan dengan perkembangan pengunjung yang semakin meningkat.

“Hal ini juga bertujuan agar para pengunjung pasar menjadi nyaman dan memperkuat peningkatan pemulihan ekonomi khusunya para pedagang itu sendiri,” paparnya.

Sambung Rahma, Pasar Baru inikan satu-satunya milik Kota Tanjungpinang, dan dibutuhkan segera.

“Pedagang juga ingin disegerakan pembangunan revitalisasinya agar kembali layak ditempati,” ungkapnya.

Untuk merealisasikan itu, kata Rahma, tahapnya, semua regulasi tinggal persetujuan Kementerian Perdagangan dan PUPR yang bangun.

“Kalau di kita sudah 100 persen clear. Anggaran pembanguann sebesar Rp64 Miliar dari DED,” sebutnya.

Sementara, bagi pedagang yang saat ini masih menempati emperan pasar atau di luar yang tidak tertampung akan di masukkan ke dalam pasar dan memaksimalkan fungsi jalan.

“Jadi ke depan, gak ada lagi pedagang yang jual di pinggir jalan, bahaya,” kata Rahma. (*)

Penulis: Era

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *