Lindungi Perempuan dan Anak, Wako Rahma Resmikan UPTD PPA

by -59 views
Walikota Tanjungpinang Rahma S.IP saat meresmikan kantor UPTD PPA Tanjungpinang
Walikota Tanjungpinang Rahma S.IP saat meresmikan kantor UPTD PPA Tanjungpinang

Tanjungpinang, (digitalnews) – Demi melindungi kaum perempuan dan anak di Tanjungpinang, Walikota Tanjungpinang Rahma S.IP meresmikan Kantor Unit Pelaksanaan Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Senin (12/04/2021).

Kantor tersebut berada di jalan Kota Piring Km 7 Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri).

Usai meresmikan Kantor UPTD PPA Tanjungpinang, Rahma menyebutkan, pemerintah berkewajiban memberikan penghormatan dan pemenuhan hak asasi manusia kepada setiap warga negara termasuk perempuan dan anak.

Menurut Rahma, perempuan dan anak masih menjadi kelompok yang rentan terhadap berbagai kekerasan dan diperlakukan diskriminatif. Karenanya, perlu kerja sama masyarakat untuk bermitra dalam menangani segala permasalahan di lingkungannya.

“Ini tanggung jawab kita bersama agar tidak ada lagi kekerasan terhadap perempuan dan anak. Mari bersama lindungi perempuan dan anak,” pinta Wako Tanjungpinang itu.

Dikesempatan itu juga, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Mayarakat (DP3APM) Kota Tanjungpinang Rustam menyebutkan, dari Januari hingga Maret 2021, jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan tercatat 8 kasus dan 14 kasus anak sebagai korban.

Hal tersebut, menandakan bahwa kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak masih terjadi di Tanjungpinang.

“Artinya, angka yang didapat dari korban yang melapor saja, sedangkan di luar sana masih banyak korban yang tidak berani melapor karena alasan-alasan tertentu,” terang Rustam.

Lanjut Rustam, UPTD PPA ini adalah mandat dari pemerintah pusat untuk memberikan perlindungan dan pelayanan yang maksimal terhadap perempuan dan anak.

“Perlindungan perempuan dan anak korban kekerasan secara umum menjadi kewenangan DP3APM,” sebutnya.

Adanya UPTD PPA ini diharapkan dapat menangani semua kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang diperkirakan jumlahnya di masyarakat masih banyak dan baru sebagian kecil yang melapor.

“Yang penting kita buka aksesnya dulu agar masyarakat mudah melapor atau berkonsultasi,” ungkap Rustam.

Kemudian kata Rustam, bagi masyarakat yang melihat, mendengar, atau mengalami kekerasan terhadap perempuan dan anak bisa melapor melalui Aplikasi Cek Dare dari Playstore.

“Atau, melalui hotline khusus 082286719448 atau datang langsung ke kantor UPTD PPA di jalan Kota Piring nomor 1 Tanjungpinang,” ucapnya.

Sementara, jumlah kasus kekerasan terhadap anak yang ditangani P2TP2A pada tahun 2015: 46 kasus, 2016: 81, 2017: 75, 2018: 80, 2019: 80 dan 2020: sebanyak 75 kasus.

Sedangkan jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan yang ditangani P2TP2A pada tahun 2015: 68 kasus, 2016: 75, 2017: 55, 2018: 33, 2019: 38 dan tahun 2020 sebanyak 40 kasus. (**)

Penulis: Era/Kominfo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.